Renovasi Asrama Putra
Mulai Agustus 2009 lalu, bangunan asrama putra panti asuhan putra muslimat brebes dilakukan renovasi. Bangunan sebelumnya yang antar sekat kamar pemisahnya berbahan triplek, rencananya akan diperbarui dengan konstruksi yang lebih bagus dan kokoh, serta akan dijadikan bangunan bertingkat dua lantai. Sementara ini semua penghuni asrama putra sekitar 40 anak menempati gedung aula sebagai kamar darurat. Bangunan baru yang masih dalam proses rekonstruksi ini diperkirakan menghabiskan dana sekitar 300 juta.
Add comment September 16, 2009
Kunjungan dari Kelompok Bermain Aisyiyah Brebes

Pada hari Senin, 1 Juni 2009 Panti Asuhan Putera Muslimat mendapat kunjungan dari Kelompok Bermain Aisyiyah Brebes. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kepada anak-anak untuk peduli terhadap saudara-saudara yang yang tinggal di asrama Panti Asuhan. Pada acara ini yang bertempat di Aula PA Muslimat, KB Aisyiyah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada pengurus panti.
1 comment June 3, 2009
Rogo Sukmo juara Debat Bahasa Inggris SMA tingkat Kabupaten Brebes
Merupakan satu kebanggan bahwa salah satu anak didik di asrama putra PA Muslimat Brebes berhasil meraih juara I di lomba Debat Bahasa Inggris SMA tingkat Kabupaten Brebes. Sehingga untuk selanjutnya akan diikutsertakan ke kejuaraan tingkat propinsi.
2 comments April 23, 2009
Berita duka
Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun…
PA Putera Muslimat berduka, telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak Rosidin, Bapak asrama putri PA Putera Muslimat pada hari selasa, 17 Maret 2009 karena kecelakaan, setelah diopname selama 2 minggu di RSI Tegal. Almarhum meninggal di usia 36 tahun, meninggalkan seorang istri dan 2 anaknya: 6 tahun dan 1 tahun.
Almarhum telah mengabdi di Panti selama 6 tahun, dan merupakan sosok bapak yang dicintai anak-anak panti. Almarhum dikenal begitu perhatian dan mengasihi anak-anak panti sebagaimana anak kandungnya sendiri. Misalnya saat ada anak panti yang sakit, maka B apak Rosidin sendiri yang mengantar berobat ke dokter. Sehingga saat menjelang pemakannya di kediaman Siasem Brebes, tidak sedikit anak-anak panti yang izin dari sekolah untuk terakhir kalinya melepas kepergian sang Bapak asrama tercinta.
Semoga keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Semoga segala pengabdian dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah swt. Amiin…
Add comment March 25, 2009
Mengasuh Anak Yatim seperti Anak Sendiri
WAKTU menunjukkan pukul 04.30. Seorang lelaki berusia 57 tahun buru-buru membunyikan bel tanda saat bangun pagi. Bel dari potongan rel kereta api itu dipukulnya lima kali, “Teng … teng … teng … teng … teng.” Sebelum itu, dia lebih dulu membangunkan Rogo Sukmo (14) yang pagi itu bertugas sebagai muazin.
”Go bangun, sudah saatnya shalat subuh,” kata Sururi, bapak asrama Panti Putera Asuhan Muslimat menepuk pundak Rogo yang masih tidur. Sang anak yang merasa mendapat tugas giliran menjadi muazin spontan bangun dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Sehabis itu, Rogo yang masih duduk di SMP tersebut mengumandangkan azan subuh.
Suasana kehidupan rutin pagi di asrama panti asuhan yang menampung anak yatim piatu itu tak beda dari asrama anak sekolah lain. Yang membedakan, mereka begitu taat bangun pagi dan shalat subuh. Pengelola asrama memang menerapkan peraturan cukup ketat terhadap para anak asuhnya. Ini dimaksudkan agar mereka menjadi manusia yang berdisiplin tinggi dan tidak meninggalkan kewajiban shalat. Sesuai dengan aturan, setelah bel pagi berbunyi, mereka harus mandi kemudian shalat berjamaah. Agar anak-anak disiplin dan tidak seenaknya salat, yang tertinggal shalat satu rakaat akan dikenai hukuman push up.
Panti Asuhan Putera Muslimat di Jalan Agus Salim 42, Kampung Kauman, Brebes tergolong panti asuhan yang sudah tua. Panti ini didirikan pada 1952 oleh ibu-ibu pengurus Muslimat Masyumi Cabang Brebes. Seorang tokoh pendiri adalah Ny Churiyah (almarhumah) yang saat itu aktif menjadi pengurus Muslimat Masyumi Cabang Brebes. Tokoh lain seperti Ny Wafinah Efendi, Ny Muh Efendi, dan Ny Agus Amin. Kali pertama berdiri, panti ini sebagai wadah untuk menyantuni anak yatim piatu dengan memberikan pendidikan umum, madrasah diniyah, dan pendidikan agama Islam secara khusus. (more…)
1 comment February 1, 2009
Gedung Baru Asrama Putri
BREBES- Yayasan Panti Asuhan Putra Muslimat Brebes, akhirnya berhasil membangun asrama putri di Kompleks Panti Asuhan Putra Muslimat Jl Agus Salim No 42 Kota Brebes. Peresmian gedung baru yang dibangun dengan biaya Rp 280 juta itu dilakukan Bupati H Indra Kusuma SSos. Ketua Yasasan Ny Hj Khoridah mengatakan, dalam kondisi masih banyak anggota masyarakat terkena gizi buruk, yayasan ini masih mendapat kepercayaan untuk membangun sarana bagi anak-anak yang kurang mampu untuk dididik di lembaga ini. Gedung baru dibangun di tanah seluas 230 meter persegi. Saat ini jumlah anak yang diasuh 50 anak, terdiri atas 43 anak putra dan tujuh putri.(wh-19s)
**diambil dari artikel Suaramerdeka Sabtu, 16 Juli 2006 di http://www.suaramerdeka.com/harian/0507/16/panb.htm
Add comment January 7, 2009
Mengenang Bupati Brebes K.H.Syatori (1946-1947)

Bagi warga Brebes, kepahlawanan tokoh ini tidak diragukan lagi. Syatori gugur sebagai pahlawan dalam perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan sesepuh Brebes, H Soewardi Wirjaatmadja, SH, usai mengikuti sarasehan peringatan Hari Pahlawan ke-63 di Gedung Guru, Senin (10/11/08) lalu.
Menurut Soewardi, kedua tokoh itu layak dianugerahi gelar pahlawan nasional karena keberanian mereka dalam melawan Belanda, yang saat itu mencoba menguasai Indonesia kembali. KH Syatori ditembak tentara Belanda pada tanggal 26 atau 27 Juli 1947 dan jenazahnya ditemukan di wilayah Kecamatan Songgom oleh pembantunya. KH Syatori lalu dimakamkan di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
“KH Syatori itu bupati yang reformis. Dia dipilih masyarakat karena saat itu satu-satunya figur yang layak untuk memimpin Brebes,” kata Soewardi.
Ia menambahkan, KH Syatori ditembak Belanda karena tidak mau bekerja sama untuk membantu Belanda saat akan berkuasa kembali. KH Syatori tetap memegang teguh kemerdekaan yang sudah diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta. Karena itu, Belanda pun tidak mau mengambil risiko dan membunuh KH Syatori dalam sebuah pertempuran.
“Dia tetap bertahan pada pendiriannya, tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Ini salah satu sikap kepahlawanan yang patut diteladani,” kata Soewardi.
Saat itu KH. Syatori meninggalkan seorang istri, Hj.Hindun dan 3 orang anak yang masih kecil yaitu : Choridah, Abdul Munib dan Chozanah. Sang istri yang saat itu masih cukup muda di usia 29 tahun, begitu tegar membesarkan ketiga anaknya dan sampai akhir hayatnya memilih untuk tidak menikah lagi walaupun banyak lamaran yang datang kepadanya.
Dan saat ini, ketiga anaknya jualah yang mempunyai andil besar dalam membesarkan Panti Asuhan Putera Muslimat sampai menjadi sekarang. Hj.Choridah meninggal pada tahun 2008 merupakan mantan Ketua Yayasan Panti. Kemudian adiknya Hj.Chozanah yang sebelumnya menjadi Ketua Pengurus menggantikan posisi menjdi Ketua Yayasan Panti.
Add comment November 15, 2008
Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Segenap anak dan pengurus Panti Asuhan Putera Muslimat Brebes mengucapkan:
Selama Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1429 H
Taqobbalallahu minnaa wa minkum…
Add comment October 1, 2008
